NVQj910czLPcwTJMLbQuHp6gW0FspGm7y0kyhjv7

Panduan service komputer yang benar untuk Teknisi

Panduan service komputer yang benar untuk Teknisi

Service atau memperbaiki komputer yang rusak tidak boleh sembarangan, kita harus melalui tahapan yang benar agar komputer bisa kembali normal dengan hasil yang maksimal.

Sebagai contoh kerusakan pada sistem Windows, banyak orang yang langsung melakukan instal ulang tanpa mengecek dulu kondisi hardware. Cara tersebut memang bisa memperbaiki sistem, namun jika kondisi Harddisk mengalami kerusakan bad sector di awal bisa menyebabkan kinerja sistem tidak optimal.

Cara Service Komputer Yang Benar

Maka dari itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam service komputer kita perlu mengecek semuanya. Itu juga menjadi nilai positif buat kita sebagai teknisi komputer. Dengan hasil service yang baik tentunya customer akan senang dan merekomendasikan masalah service komputer kepada kita.

Langsung saja inilah hal yang saya lakukan dulu saat service komputer ketika bekerja sebagai teknisi. 

1. Cek hardware Komputer

1. Cek RAM (Random Access Memory)

Cek RAM

Untuk mengecek RAM pertama kita lihat di slot mainboard ada berapa keping yang terpasang. Jika ada dua keping lepaskan salah satu, lalu test dengan software testing RAM. Jika sudah selesai dan hasilnya bagus lalu coba test RAM yang satunya. 

Terkadang RAM yang kotor bisa menyebabkan komputer tidak bisa masuk ke Windows atau gagal booting. Solusinya adalah bersihkan dengan penghapus pensil, setelah itu pasang kembali lalu coba hidupkan komputer. 

RAM yang dipasang lebih dari satu keping di mainboard juga seringkali mengalami error. Salah satu yang rusak bisa mengakibatkan RAM yang lain tidak berfungsi. Alhasil komputer akan gagal booting atau menjadi lemot ketika dipakai. Jadi lebih baik pakai satu keping tergantung berapa kapasitas yang diperlukan.

Setelah semuanya selesai dites dan kondisinya baik selanjutnya kita beralih ke hardware lainnya.

2. Test Harddisk (HDD)

Test Harddisk

Cara cek Harddisk dibedakan menjadi dua yaitu tes dari fisik dan dengan software.

Untuk test fisik bisa dilakukan dengan cara nyalakan komputer dan coba dengar apakah Harddisk berbunyi. Jika berbunyi berarti Harddisknya mengalami kerusakan.

Selanjutnya cobalah cek dengan software, biasanya kerusakan Harddisk adalah bad sektor dan jangan lupa lihat speed saat testing dilakukan. Jika speed tidak stabil berarti ada kerusakan pada Harddisk.

Memang Harddisk yang kerusakannya tidak terlalu parah biasanya masih bisa dipakai. Namun dengan fungsinya sebagai penyimpanan data sebaiknya ganti dengan Harddisk yang normal. Karena kerusakannya semakin lama bisa menjadi parah dan dapat menyebabkan data hilang.

3. Bersihkan prosesor dan beri pasta

Bersihkan prosesor
Setelah mengecek RAM dan Harddisk kemudian lihat kondisi prosesor dengan membuka fan'nya. Jika pasta sudah habis ganti dengan yang baru, karena tanpa pasta bisa menyebabkan prosesor menjadi over heat atau panas.

Cek juga pada bagian kipas fan prosesor bersih atau kotor, jika ada kotoran silahkan dibersihkan agar sirkulasi udara ke prosesor menjadi lancar.

4. Bersihkan Mainboard/Motherboard

Bersihkan Motherboard

Biasanya ketika komputer tidak dipakai lama akan sangat kotor, kotorannya seperti sarang laba-laba dan debu. Namun tergantung juga dengan tempatnya, yang parah bisa juga terdapat kotoran tikus. 

Cara membersihkannya cukup dengan menggunakan kuas secara perlahan atau disedot dengan vacum dengan tekanan yang rendah. Saya menganjurkan secara perlahan karena untuk menghindari kerusakan pada komponen yang terdapat di mainboard.

5. Bersihkan VGA dan Sound Card

Graphic and sound card

Jangan lupa bersihkan juga VGA serta Soundcard jika ada. Untuk VGA biasanya kotor pada kipas pendinginnya, bersihkan agar performa VGA tetap maksimal.

2. Cek System Windows

System Windows 10

Setelah tahap pengecekan hardware semua selesai dan dalam kondisi baik selanjutnya masuk ke sistem. 

Untuk instal ulang windows bisa menggunakan CD, bootable flashdisk atau ghost. Semua cara tersebut sebenarnya baik, yang membedakan adalah hasil setelah instalasi windows selesai.

Untuk instal dengan flashdisk kamu perlu membuat bootable windows, caranya cukup mudah ada banyak tutorial bersebaran di internet. Kelebihan instal ulang menggunakan flashdisk adalah dari segi alat yg dibutuhkan berbentuk kecil dan praktis bisa dibawa kemanapun berada.

Instal ulang dengan ghost adalah cara yang sering saya gunakan. Cara ini saya anggap paling efektif dan cepat, karena dalam file ghost sudah saya isi windows beserta software yang diperlukan customer seperti Microsoft office, Winamp, WinRAR, antivirus, software design dan masih banyak lagi. Dengan begitu akan menghemat waktu kita dalam menyelesaikan service instal ulang komputer.

3. Yang dilakukan setelah Instal Ulang

Untuk tambahan yang tidak kalah penting adalah mengenai virus, jika kamu instal ulang drive C sedangkan ada Drive lain yang berisi data lebih baik setelah Instal ulang langsung scan semua drive dengan antivirus. Jika tidak dilakukan virus bisa menyebar ke sistem dan mengakibatkan windows rusak kembali dan harus instal ulang lagi. Cukup simpel tapi jarang dilakukan oleh para teknisi.

4. Biaya Servis

Usahakan jaga komunikasi dengan costumer mengenai estimasi total biaya service agar tidak ada masalah dalam pembayaran. Saya sering mendengar keluhan tentang biaya yang mahal tanpa konfirmasi terlebih dahulu, itu dapat merugikan kedua belah pihak. Teknisi akan kehilangan kepercayaan, sedangkan costumer rugi dalam budget biaya yang mungkin berat untuknya.

Kesimpulan:

Itulah cara yang selalu saya gunakan ketika service komputer, perlu diketahui kita bekerja dibidang jasa. Jadi kepuasan pelanggan adalah nomor satu, service sebaik mungkin cari pelanggan sebanyak mungkin. Jangan lupa selalu jadi teknisi yang jujur, karena rezeki yang halal akan menjadi berkah untuk kita kedepanya. Cukup sekian sedikit tips untuk service komputer, semoga ini bermanfaat buat teman-teman semua. Jika ada yang ditanyakan silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar.


Related Posts

Posting Komentar